Usai Customfest, Gas Tipis - Tipis Keliling Jogja : Dari Kopi, Kuliner Sampai Citylight

Customfest JEC 2025



Ketika saya menulis artikel blog ini jelas sekali bahwa acara kustomfest hari pertama yang diselenggarakan di Jogja Expo Center Yogyakarta belum berakhir. Yap, saya menulisnya sore hari di sela sela perjalanan saya dari Gunung Kidul menuju ke arah Yogyakarta. Saya teringat bahwa ada hajatan anak motor custom se-Indonesia yang sedang berlangsung hari ini tanggal 04 - 05 Oktober nanti, acaranya sih cuman 2 hari tapi saya yakin ini adalah ajang bikers custom seluruh Indonesia untuk berkumpul dan berkompetisi. 

Pertanyaanya apakah saya akan menonton ? oiya tentu saja, dengan tiket yang menurut saya ya ga murah murah amat mulai harga Rp. 100.000, sebagai anak motor aliran originalan saya akan menonton nanti malam acara tersebut setelah hari ini saya menghandle tamu.

Tulisan ini saya buat bukan semata mata membahas tentang customfest ya, mungkin nanti setelah menonton acaranya saya akan buat reportasenya untuk teman teman sekalian brother and sister semuanya. 

Tulisan ini akan berfokus pada teman teman bikers yang udah jauh jauh datang dari luar kota ke Jogja trus bingung, Habis dari customfest mau lanjut riding kemana ?!

mungkin ada banyak pilihan route yang teman teman sudah persiapkan sesuai dengan preferensi masing ya mulai dari 

  • Jalur pantai : yang Populer mulai dari parangtritis sampai Gunung Kidul lanjut camp ala anak motor
  • Jalur dingin : arah menuju Kaliurang dan Pakem
  • Jalur Barat : arah Kulon Progo sampai ke Tumpeng Menoreh atau menuju ke arah Purworejo D loano dll
  • Arah Timur : Prambanan, tebing breksi, abhayagiri dll ( reminder ya Candi Prambanan malam tutup )
  • Urban ride : keliling Jalur Perkotaan Yogyakarta. 

Maen Ke Jogja ga asik kalo ga ke Malioboro, bener gak ?

Nah saya akan fokus untuk ambil route urban ride ya alias berkendara dengan route perkotaan, Routenya adalah sebagai berikut
Start JEC menuju arah ringroad ke arah Janti kemudian belok kiri lurus sampai Tugu jogja Ke Selatan munuju Stasiun tugu diteruskan jalan malioboro dan terakhir di Titik Nol Yogyakarta.

Dengan Route urban ride seperti Diatas berikut saya rekomendasikan tempat tempat yang bisa kamu kunjungi.

1.    Kopi & Obrolan: Awal Malam di Loko Coffee Malioboro

📍 Jl. Pasar Kembang No.3, Sosromenduran

Berhenti sejenak di Loko Coffee, café di depan Stasiun Tugu yang selalu ramai oleh aroma espresso dan suara kereta malam. Tempat ini jadi titik temu alami para rider, turis, dan anak muda Jogja yang baru pulang kerja.

🛠️ Kesan: semi-outdoor, view kereta, dan lampu-lampu temaram yang pas buat santai sebelum lanjut gas.
🥤 Menu wajib: Es kopi pandan dan roti bakar keju.

2.   Silol Kopi & Eatery – Ruang Hangat Setelah Asap Mesin

📍 Jl. Suroto No.7, Kotabaru

Dari Loko, tinggal gas tipis ke arah Kotabaru. Suasana Silol berbeda: klasik tapi modern, hangat tapi ramai. Dinding bata, musik lembut, dan aroma kopi membuat siapa pun betah lama-lama di sini.

📸 Spot Instagramable: area outdoor depan dinding bata & motor diparkir sejajar.
🍕 Menu rekomendasi: Latte gula aren dan pizza lokal.

3.   Ekologi Coffee – Sunyi yang Menenangkan

📍 Jl. Pandean Sari Blok IV No.10A, Condongcatur

Kalau ingin suasana lebih tenang, Ekologi Coffee adalah oasis. Lampu kuning hangat dan suara jangkrik dari kebun sekitar bikin tempat ini sempurna buat cool down setelah seharian berisik di hall JEC.

Menu wajib: manual brew + dessert ringan.
💬 Best time: pukul 21.00–22.00, suasananya lebih tenang.

4.   Gudeg Pawon – Rasa Legendaris di Dapur Asli Jogja

📍 Jl. Janturan No.36, Warungboto

Di sinilah malam Jogja jadi otentik. Pengunjung rela antre di depan dapur tua — bukan karena suasananya glamor, tapi karena rasa dan tradisi. Di Gudeg Pawon, kamu dilayani langsung dari pawon (dapur), lengkap dengan aroma kayu bakar yang khas.

🍴 Menu favorit: gudeg krecek + ayam kampung.
Jam buka: 22.00 – habis (biasanya 00.00 sudah tutup).

5.   Oseng Mercon Bu Narti – Lawan Dingin Malam dengan Pedas Membara

📍 Jl. KH. Ahmad Dahlan No.107, Ngampilan

Setelah gudeg manis, waktunya tantangan. Di sinilah legenda oseng pedas Jogja dimulai. Oseng Mercon Bu Narti menyajikan sensasi lidah terbakar — pedasnya bikin ketagihan. Cocok buat rider yang butuh “bensin” tambahan sebelum pulang.

🔥 Menu wajib: oseng mercon sapi + es teh manis.
🕓 Jam buka: sore hingga tengah malam.

6.   Bukit Bintang Patuk – Menyapa Langit Jogja dari Ketinggian

📍 Jl. Wonosari KM 15, Patuk, Gunungkidul

Sebelum mencapai The Manglung, kamu bisa berhenti sebentar di Bukit Bintang, spot legendaris para biker dan penikmat malam Jogja. Dari sini, citylight terbentang di kejauhan, udara sejuk menyapa, dan suasana tenang memberi jeda dari hiruk pikuk kota.

💡 Suasana: romantis, damai, cocok buat refleksi atau ngobrol santai sambil lihat pemandangan.
📸 Spot keren: railing atas bukit dengan latar kota Jogja di malam hari.
🎶 Waktu ideal: pukul 21.00–22.30 (sebelum ramai wisatawan lain).

7.   Kilometer Nol Jogja – Denyut Malam & Seni Jalanan Kota

📍 Jl. Malioboro, depan Gedung Agung & Benteng Vredeburg

Kalau kamu ingin merasakan “denyut kehidupan” Jogja malam hari, sempatkan lewat Titik Nol Kilometer. Area ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi ruang publik yang selalu hidup — seniman jalanan, komunitas fotografi, anak muda, dan wisatawan bercampur di bawah lampu klasik peninggalan Belanda.

🛵 Suasana: ramai tapi hangat, penuh energi kota dan komunitas.
📸 Spot keren: deretan lampu kolonial, Benteng Vredeburg, dan background Gedung Agung.
💬 Fun fact: tempat ini sering jadi titik kumpul komunitas motor & fotografi malam sebelum touring keluar kota.

Nah, menurut saya sih itu  recemondasi tempat untuk teman teman yang hari ini datang ke Kustomfest 2025. intinya sih jangan kuatir ya, Jogja itu ibarat mesin yang tidak pernah padam, mesinya tidak pernah berhenti, kisahnya akan selalu hidup - diantara secangkir kopi, tawa di pinggir jalan dan cahaya lampu yang menuntun pulang. 

Customfest 2025 boleh berlangsung sampai besok tanggal 05 Oktober 2025, tapi jalanan jogja masih menyimpan cerita untuk kamu jelajahi.

Enjoy Kustomfest 2025 dan yang pasti Sugeng Rawuh wonten Ngayogyakarta Hadiningrat.

Maturnuwun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Wotawati Komunitas Masyarakat Di Lembah Sungai Bengawan Solo Purba

Galeri Kuliner khas yang Legend Banget. Sop Empal Bu Haryoko Muntilan