Thailand Trip : Rekomendasi Restoran Dan Cita Rasa Khas Yang Selalu Ada Pada Masakan Thailand
halo all crew
Persis Banget seperti Judul yang sudah saya tuliskan diatas ya teman teman crew. Bahwa sama dengan daerah lain di Nusantara Thailand juga memiliki kuliner dengan cita rasa khas yang hampir melekat pada setiap jenis masakan yang mereka sajikan.
Cita Rasa Kuliner Sebagai Identitas Budaya
Sepanjang tour program, tentu makan adalah sebuah hal yang wajib disajikan kepada wisatawan. Berbicara tentang kuliner, saya yakin setiap daerah memilki ciri khas cita rasa makananya sendiri contohnya seperti saat datang ke Jogja, ketika kita berkunjung kesini hampir setiap tempat akan menyajikan kuliner yang cenderung memiliki rasa manis.
Keunikan rasa yang tersaji di setiap daerah ini membuat pengalaman berwisata menjadi sesuatu unik, karena akan ada rasa berbeda dari setiap kuliner yang tersaji jika dibandingkan tempat kita berasal. Keunikan dan keaneragaman kuliner inilah yang kadang justru memotivasi seseorang untuk melakukan perjalanan wisata. Setiap orang ingin sesuatu yang berbeda. Bahkan trend wisata kuliner akhir akhir ini juga cukup marak dilakukan oleh para wisatwan baik yang sifatnya group maupun individual traveler.
Yang perlu kita tahu adalah keaneragaman jenis dan citarasa kuliner sangat erat sekali dengan kebudayaan. Cita rasa makanan dianggap sebagai salah satu identitas budaya suatu daerah dimana hal ini menjadi sebuah tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun. Keunikan tersebut meliputi Bahan baku, cara memasak, cara penyajian termasuk pemaknaan dalam sebuah upacara adat tertentu.
Wisata Kuliner Adalah Sebuah Motivasi
Dalam berwisata setiap wisatawan selalu memiliki motivasinya sendiri. Secara umum saya dapat membaginya menjadi 2 hal yaitu motivasi Psikologis dan motivasi fisiologis. Menurut saya wisata kuliner mampu memenuhi rasa lapar dan haus seseorang dalam aspek fisiologis dan juga bisa memenuhi kebutuhan untuk mencari pengalaman baru sebagai bentuk aktualisasi diri untuk memenuhi aspek psikologis, karena ketika berwisata kuliner kita secara tidak langsung akan mempelajari culture dan budaya daerah tersebut.
Perjalanan Kulineran Saya Selama Membawa Tamu ke Thailand
Bagi saya sendiri memperkaya khasanah kuliner suatu daerah adalah sebuah investasi, jadi kadang ketika saya menjalankan tour program ke suatu daerah saya akan sempatkan jajan sendiri untuk explore kuliner menarik di suatu daerah yang bisa saya nikmati.
Lhooh kok bisa investasi ??! jadi gini teman teman, sebagai seorang pemandu wisata sekaligus tour leader kadang tidak jarang saya harus memberikan recomendasi kuliner yang bisa didatangi oleh wisatawan baik sebagai bagian dari tour program atau sekedar optional tour yang akan dikunjungi oleh wisatawan ketika sudah masuk free program. Nah kekayaan informasi dan rekomendasi tersebut yang menurut saya penting, karena profesi saya menuntut pengetahuan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dari para wisatawan, jadi ga lucu kalau kita malah ga tau apa apa kan. Semakin banyak tau maka kita juga akan semakin dianggap lebih profesional.
Meskipun disamping alasan profesional tersebut saya pribadi sangat suka sekali explore terutama terkait kuliner lokal yang enak, murah dan unik apalagi menu menu asing yang belum pernah saya coba sebelumnya.
Beberapa menu makan yang sempat saya coba kemarin selama di Thailand adalah sebagai berikut :
- Tom Yum Goong : Sup Asam Pedas Dengan Udang, jamur, serai, daun jeruk purut dan cabai rawit
- Pad Thai : Mie goreng dengan udang, tahu, telur, tauge dan kacang tanah
- Som Tam : Salad pepaya mudah dengan tomat dan cabai
- Nasi Kebuli Thailand : Nasi dengan bumbu rempah daging kambing dan juga semacam sambel dengan cabai hijau yang di uleg halus dengan kuah asam mirip seperti Acar
- Sop daging : Saya lupa nama thailand-nya yang jelas ini adalah sup daging sapi dan lidah sapi yang cukup segar, rasanya tidak terlalu asam tidak terlalu pedas cukup light dengan kuah bening mirip sayur asem kalo di jawa dengan pelengkap irisan tomat dan juga sledri.
Dari sekian banyak menu makan di Thailand rasa khas yang kerap muncul dalam setiap masakan adalah dominan citarasa asam menyusul berikutnya adalah rasa pedas, sedikit manis dan gurih.
Beberapa menu makanan juga cukup harum karena selalu menggunakan rempah rempah seperti serai, jahe, lengkuas dan ketumbar yang tentunya akan menambah nafsu makan.
Sempat saya tanyakan kepada rekan lokal guide saya kenapa masakan thailand cenderung asam dan banyak rempah mereka menjawab bahwa beberapa makanan khas thailand merupakan olahan seafood dan daging jadi mereka memperkuat citarasa asam dan rempah untuk menutup bau amis dari bahan makanan tersebut. hmm...menurut saya ini sih masuk akal ya.. sudah merupakan local genius masyarakat.
Kalo Berkunjung ke Thailand berikut adalah tips untuk menikmati kulineran disana :
- Saat memesan makanan jangan lupa untuk menanyakan tingkat kepedasanya
- Main di Food court mall supaya bisa mencicipi berbagai kuliner khas disatu tempat tanpa capek seperti Platinum Mall dan Big C
- Untuk Yang muslim pastikan menu makan berbahan baku halal ( ikan, udang, ayam, daging sapi) karena banyak menu babi yang dijual disana. Tapi Tidak sedikit juga resto yang menjual menu Vegetarian dan Vegan
- Disarankan makan menggunakan tangan kanan, karena makan menggunakan tangan kiri dianggap tidak sopan
- Untuk jajanan di Foodcourt seperti di Platinum Mall rata rata harganya mulai 60 Baht
- Bagi Penderita asam lambung yang sensitif terhadap rasa asam berlebihan bisa mencoba menu lain yang lebih bersahabat dengan perut
- Jangan lupa untuk bilang terimakasih.
Restoran yang sempat saya kunjungi selama disana adalah
- Jan Siew Resto
- Pranakorn Resto di Asiatique Night Market
- k'kong Restaurant
- Princess 2 Dinner Cruise Chao Phraya River
- Zayn Hotel Lunch Buffet
- Platinum Food Court Lantai 5
- The Portal Food Court Hall 9 Lantai 2 Impact Avenue
Nah itu tadi sedikit sharing pengalaman perjalanan saya ya All Crew. Semoga bermanfaat, sering sering aja berwisata ingat supaya jiwa dan raga senantiasa terjaga. Thailand adalah tempat asik untuk berwisata terutama wisata budaya dan juga wisata belanja. Masyarakatnya juga cukup welcome dan ramah dalam menyambut wisatawan. di bandingan dengan kurs mata uang rupiah huntng makanan disana nggak mahal mahal amat, kurang lebih mirip mirip dengan harga makanan yang ada di Indonesia terutama untuk street food nya ya.
thanks team


Komentar
Posting Komentar