De Djawatan Banyuwangi, Tips Menikmati Destinasi Super Keren

 


Banyuwangi masih layak dikunjungi oleh wisatawan

    Kabupaten Banyuwangi ditahun 2025 ini saya kira akan masih menjadi idola baru bagi kunjungan wisatawan. Tercatat pada sepanjang tahun 2024 sebanyak 3.405.145 berkunjung ke Banyuwangi. Tentunya peran berbagai pihak dalam mewujudkan kunjungan wisatawan berupa promosi wisata yang terus dilakukan secara kontinyu oleh seluruh stake holder pariwisata Banyuwangi adalah sebuah kunci mempertahankan tingkat kunjungan wisatawan selain faktor akses dan fasilitas yang ada.

Djawatan Forest, Destinasi Yang Wajib Masuk Itinerary 

    Yups Bener sekali, Setiap Kali saya intip berbagai website perusahaan tour travel yang menjual paket wisata Banyuwangi, Djawatan Forest selalu masuk dalam salah destinasi yang direcomendasikan.
    Djawatan Forest sendiri memiliki luas sekitar 3,8 Hektar, dimana didalamnya terdapat kurang lebih 805 buah pohon trembesi berukuran sangat besar yang tumbuh dan masih hidup subur sejak jaman belanda. Sebelumnya De Djawatan dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Jawatan Benculuk yang berfungsi sebagai Tempat Penimbunan kayu dari hasil hutan milik Perhutani bagian selatan.

Mirip Hutan Fangord Dalam Film Lord Of The Ring Menjadi Kekuatan Daya Tarik Wisata De Djawatan

    Usia Pohon Trembesi yang ada di De Djawatan Forest rata rata antara 100 - 150 tahun sehingga memiliki lingkar batang yang cukup besar dan ranting ranting yang lebar. 
    De Djawatan Forest sendiri mulai menjadi daya tarik wisata karena suasana yang ada disini mirip sekali dengan penggambaran hutan fangord dalam film Lord Of The Ring. Memiliki Aura yang terasa mistis dengan pohon pohon besar berusia ratusan tahun yang sebagian batangnya ditumbuhi oleh lumut dan anggrek liar. Rumput liar dan tanaman dibawahnya tumbuh cukup baik untuk mendukung suasana yang ada. Pohon trembesi yang berjejer juga  merupakan rumah rumah bagi para kelelawar, bau dari guano atau kotoran kelelawar ini semakin menambah aura mistis ketika kita berlama lama disini.
    Suasana diatas banyak sekali dimanfaatkan untuk wisatawan berfoto dengan latar belakang pohon - pohon besar yang kalau kata anak anak Gen Z akan menghasilkan gambar yang Aesthetic.

Jenis Foto Yang Bisa dilakukan di De Djawatan Forest

Tercatat Beberapa Film pernah syuting di De Djawatan Forest Antara lain adalah Sweet lie dan Kupu kupu kertas. Teman teman juga bisa cek di Video Klip Wonderland Indonesia karya musisi Alffy Rev bahwa salah satu lokasi ada di De Djawatan Forest.

1. Foto Prewedding
2. Foto Keluarga
3. Foto kegiatan Wisata
4. Foto Post Wedding
5. Shooting Video Klip
6. dll


Rekomendasi Waktu Berkunjung Yang Tepat

    Untuk teman teman yang ingin mendapatkan foto atau video yang estetik saya menyarankan untuk datang kesana pada jam pagi sekali. Jam Buka Resmi Djawatan Forest adalah jam 07.00 - 17.00. tapi berdasarkan beberapa video yang saya cari di tiktok, tidak jarang para pemburu foto untuk melakukan sesi pemotretan sekitar jam 5.30 - 07.00 karena pada jam tersebut Djawatan masih tergolong sepi dan jika beruntuk teman teman masih bisa mendapatkan gambar dengan suasana Kabut dan Ray Of Light sinar matahari yang menembus ranting ranting pepohonan yang rimbun.
    Djawatan forest akan mulai ramai biasanya dari jam 10 sampai jam 17.00 menjelang tutup. kalau sudah demikian maka suasana sepi dan mistis yang di harapkan tidak akan didapat karena saking ramainya pengunjung yang datang kesana.
    Tentukan spot yang bagus dan tetap waspapadai dahan dan ranting yang lapuk ya mengingat sebagian pohon disana sudah berusia ratusan tahun.

Lokasi De Djawatan Forest 


Please Ask Me anything about Banyuwangi at : 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Wotawati Komunitas Masyarakat Di Lembah Sungai Bengawan Solo Purba

Usai Customfest, Gas Tipis - Tipis Keliling Jogja : Dari Kopi, Kuliner Sampai Citylight

Galeri Kuliner khas yang Legend Banget. Sop Empal Bu Haryoko Muntilan